Dalam rangka mencapai sasaran mutu “Peningkatan jumlah lulusan fasih membaca Al Qur’an dengan nilai A 20% per tahun”, oleh Lembaga Pengembangan Studi Islam(LPSI) mengadakan bimbingan tahsin yang diwajibkan kepada setiap mahasiwa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Namun dalam proses pendaftaran tahsin tersebut muncul beberapa permasalahan seperti pendaftaran tahsin yang kurang efisien dan pembagian kelas tahsin yang masih manual. Untuk beberapa permasalahan ini, LPSI mengajukan permohonan ke Biro Sistem Informasi dan Komunikasi (BISKOM) untuk membuat fitur pendaftaran Tahsin melalui portal yang biasa di akses oleh seluruh Mahasiswa.

Mahasiswa bisa memilih kelas tahsin yang telah di inputkan oleh administrator(LPSI) sesuai dengan jadwal kelas yang mereka inginkan. Pilihan dosen pengajar tahsin tergantung pada jenis kelamin mahasiswa yang mendaftar. Maksimal kelas yang didaftar oleh mahasiswa adalah 3 kelas. Setelah mengikuti kelas tahsin, maka masing-masing mahasiswa akan mendapat rekomendasi yang dapat dilihat di menu Portal Mahasiswa (Kemahasiswaan-Tahsin). Rekomendasi dari masing-masing pengajar tahsin dapat dicetak dan digunakan untuk mendaftar Tes Baca Qur’an di LPSI.

Fitur Tahsin sudah berjalan dan di implementasikan sejak periode pendaftaran tahsin Oktober 2017 hingga sekarang. BISKOM berharap dengan adanya fitur ini dapat membantu LPSI dalam pegelolaan pendaftaran dan pembagian kelas Tahsin.